COMMUNICATION (M3)
a)
Asistensi dilakukan 1x
b) Praktikum dilakukan 1x
a) Memahami cara
penggunaan protokol komunikasi UART, SPI, dan I2C pada Development Board yang
digunakan
b) Memahami cara
penggunaan komponen input dan output yang berkomunikasi secara UART, SPI, dan
I2C pada Development Board yang digunakan
a)
STM32F103C8T6
b)
LED
c)
STM32NUCLEOG474RE
d)
Resistor
e)
Breadboard
f)
Jumper
g)
Sensor
PIR
4. Dasar Teori [Kembali]
A.
UART (Universal Asynchronous Receiver
Transmitter)
UART (Universal
Asynchronous Receiver-Transmitter) adalah bagian perangkat keras komputer yang
menerjemahkan antara bit-bit paralel data dan bit-bit serial. UART biasanya
berupa sirkuit terintegrasi yang digunakan untuk komunikasi serial pada
komputer atau port serial perangkat periperal.
Cara Kerja Komunikasi
UART
B.
I2C (Inter-Intergrated Circuit)
Inter Integrated Circuit
atau sering disebut I2C adalah standar komunikasi serial dua arah menggunakan
dua saluran yang didisain khusus untuk mengirim maupun menerima data. Sistem
I2C terdiri dari saluran SCL (Serial Clock) dan SDA (Serial Data) yang membawa
informasi data antara I2C dengan pengontrolnya.
Cara Kerja Komunikasi I2C
Pada
I2C, data ditransfer dalam bentuk message yang terdiri dari kondisi start,
Address Frame, R/W bit, ACK/NACK bit, Data Frame 1, Data Frame 2, dan kondisi
Stop. Kondisi start dimana saat pada SDA beralih dari logika high ke low
sebelum SCL.
Kondisi
stop dimana saat pada SDA beralih dari logika low ke high sebelum SCL. R/W bit
berfungsi untuk menentukan apakah master mengirim data ke slave atau meminta
data dari slave. (logika 0 = mengirim data ke slave, logika 1 = meminta data
dari slave) ACK/NACK bit berfungsi sebagai pemberi kabar jika data frame
ataupun address frame telah diterima receiver.
C. SPI
(Series Peripheral Interface)
Serial
Peripheral Interface (SPI) merupakan salah satu mode komunikasi serial
synchronous berkecepatan tinggi yang dimiliki oleh STM32F407VGT6 dan Raspberry
Pi Pico. Komunikasi SPI membutuhkan 3 jalur utama yaitu MOSI, MISO, dan SCK,
serta jalur tambahan SS/CS. Melalui komunikasi ini, data dapat saling
dikirimkan baik antara mikrokontroler maupun antara mikrokontroler dengan
perangkat periferal lainnya.
•
MOSI (Master Output Slave Input)
Jika
dikonfigurasi sebagai master, maka pin MOSI berfungsi sebagai output.
Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin MOSI berfungsi sebagai
input.
•
MISO (Master Input Slave Output)
Jika
dikonfigurasi sebagai master, maka pin MISO berfungsi sebagai input.
Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin MISO berfungsi sebagai
output.
•
SCLK (Serial Clock)
Jika
dikonfigurasi sebagai master, maka pin SCLK bertindak sebagai output untuk
memberikan sinyal clock ke slave. Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave,
maka pin SCLK berfungsi sebagai input untuk menerima sinyal clock dari master.
•
SS/CS (Slave Select/Chip Select)
Jalur
ini digunakan oleh master untuk memilih slave yang akan dikomunikasikan. Pin
SS/CS harus dalam keadaan aktif (umumnya logika rendah) agar komunikasi dengan
slave dapat berlangsung.
Cara
Kerja Komunikasi SPI
Sinyal
clock dialirkan dari master ke slave yang berfungsi untuk sinkronisasi. Master
dapat memilih slave mana yang akan dikirimkan data melalui slave select,
kemudian data dikirimkan dari master ke slave melalui MOSI. Jika master butuh
respon data maka slave akan mentransfer data ke master melalui MISO.
D. STM32
NUCLEOG474RE
STM32
NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development board) berbasis
mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board
ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan
aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat
lanjut. STM32 Nucleo G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK
debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan
pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan. Adapun spesifikasi dari
STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:
E.
STM32 F103C8
STM32F103C8
adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh
STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan
sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan
kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita
menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai metode,
termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug) atau JTAG untuk
berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari
STM32F4 yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
Bagian Bagian Pendukung:
Ø STM32
NUCLEOG474RE
1. RAM
(Random Access Memory)
RAM
(Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO G474RE digunakan sebagai memori
sementara untuk menyimpan data selama program berjalan. Mikrokontroler
STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan
variabel, buffer data, stack, dan heap.
2. RAM
(Random Access Memory)
RAM
(Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO G474RE digunakan sebagai memori
sementara untuk menyimpan data selama program berjalan. Mikrokontroler
STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan
variabel, buffer data, stack, dan heap.
3. Crystal
Oscillator
STM32
NUCLEO-G474RE menggunakan osilator internal (HSI – High Speed Internal) sebagai
sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal ini membuat board
dapat beroperasi tanpa memerlukan crystal oscillator eksternal. Clock berfungsi
sebagai sumber waktu untuk mengatur kecepatan kerja CPU dan seluruh peripheral.
4. Regulator
Tegangan
Untuk
memastikan pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler.
5. Pin
GPIO (General Purpose Input/Output):
Pin
GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai antarmuka input dan output
digital yang fleksibel.
Ø STM32
F103C8
1. RAM
(Random Access Memory)
STM32F103C8
dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan
mikrokontroler menjalankan berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara
selama eksekusi program.
2. Memori
Flash Internal
STM32F103C8
memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang digunakan untuk
menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini memungkinkan penyimpanan
kode program secara permanen tanpa memerlukan media penyimpanan eksternal.
3. Crystal
Oscillator
STM32F103C8
menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan
PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock yang stabil
ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen
lainnya.
4. Regulator
Tegangan
STM32F103C8
memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan daya
stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar antara 2.0V
hingga 3.6V.
5. Pin
GPIO (General Purpose Input/Output)
STM32F103C8
memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai
perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED, serta komunikasi dengan
antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C.
Comments
Post a Comment